Mendirikan perusahaan di Thailand: Pendahuluan
- Mendirikan perusahaan di Thailand tidak merepotkan jika Anda memahami seluruh proses inkorporasinya. Bersama Tetra Consultants, waktu dan sumber daya Anda bisa dialihkan ke hal-hal lain yang lebih penting.
- Dengan pendekatan kerja kami yang ramping dan efisien, tim ahli kami siap memandu Anda melewati seluruh proses pendirian perusahaan di Thailand dengan lancar. Target utama kami adalah memastikan perusahaan Anda siap beroperasi dalam jangka waktu yang dijanjikan.
- Paket layanan kami mencakup semua yang Anda butuhkan untuk mendirikan perusahaan di Thailand:
- Pendaftaran perusahaan di Thailand ke Department of Business Development
- Company secretary lokal dan alamat terdaftar
- Pembukaan rekening bank korporat
- Layanan akuntansi dan pajak tahunan
Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk mendirikan perusahaan di Thailand dan membuka rekening bank korporat?

- Tetra Consultants akan menyelesaikan pembentukan perusahaan Anda di Thailand melalui prosedur yang lancar dan praktis.
- Setelah dokumen due diligence para direktur dan pemegang saham kami terima, Tetra Consultants akan melakukan pencarian nama perusahaan di Thailand untuk memastikan nama pilihan Anda masih tersedia.
- Pendaftaran perusahaan di Department of Business Development dapat dilakukan secara jarak jauh, sehingga Anda tidak perlu datang ke Thailand selama prosesnya.
- Dalam waktu 4 bulan, Anda akan menerima dokumen perusahaan baru Anda, termasuk Certificate of Incorporation, Articles of Association, dan Memorandum of Association.
- Setelah perusahaan berdiri, Tetra Consultants akan membantu membuka rekening korporat di bank lokal Thailand atau di bank global di luar negeri, tergantung pada tujuan jangka panjang Anda. Pembukaan rekening bank di Thailand bagi warga asing biasanya memakan waktu sekitar 1 bulan.
- Dengan demikian, Anda dapat mulai beroperasi dan menerbitkan invoice atas nama perusahaan Thailand Anda dalam waktu 5 bulan sejak menggunakan jasa Tetra Consultants.
- Tim Chartered Accountant Tetra Consultants akan memastikan perusahaan baru Anda terus memenuhi ketentuan yang ditetapkan Revenue Department Thailand. Layanannya mencakup pembukuan bulanan, penyusunan laporan keuangan, dan pelaporan SPT tahunan.
Apakah warga asing bisa mendirikan perusahaan di Thailand?
- Pemerintah Thailand menyediakan beberapa pilihan bentuk badan usaha bagi investor asing yang ingin mendirikan perusahaan di Thailand. Tetra Consultants akan menjelaskan langkah dan persyaratan pendirian perusahaan di Thailand.
- Pada umumnya, warga asing hanya boleh memiliki hingga 49% modal saham perseroan terbatas di Thailand, kecuali perusahaan tersebut terdaftar dalam program Board of Investment (BOI).
- Perusahaan yang terdaftar dalam program BOI memperoleh keringanan pajak, penerbitan izin kerja, dan kepemilikan asing 100%.
- Hanya perusahaan yang menjalankan kegiatan usaha tertentu di sektor berikut yang dapat mengajukan promosi BOI:
- Pertanian dan hasil pertanian
- Pertambangan, Keramik, dan Logam Dasar
- Light
- Produk logam, Mesin, dan peralatan transportasi
- Industri Elektronik dan Peralatan Listrik
- Bahan Kimia, Kertas, dan Plastik
- Jasa dan Utilitas Publik
- Pengembangan Teknologi dan Inovasi
- Perusahaan harus menjalankan setidaknya satu kegiatan usaha yang memenuhi syarat dalam daftar BOI pada sektor terkait.
- Pada umumnya, persyaratan modal minimum untuk perusahaan BOI di Thailand adalah THB 1 juta.
- Jika perusahaan Thailand tidak memenuhi syarat BOI, kepemilikan asing 100% tidak dimungkinkan. Direktur perusahaan Thailand tidak dibatasi kewarganegaraan, tetapi setidaknya 51% saham perusahaan harus dimiliki pemegang saham Thailand.
- Sebagai alternatif, ketentuan 51% tersebut dapat dikurangi atau dikecualikan apabila perusahaan mengajukan Foreign Business License. Lisensi ini dapat diajukan oleh bisnis milik asing yang menjalankan usaha untuk warga negara asing.
Apakah perusahaan Thailand bisa dimiliki sepenuhnya oleh pihak asing?
- Bisa. Ada tiga cara utama agar perusahaan Thailand Anda dimiliki sepenuhnya oleh pihak asing. Cara pertama adalah mengajukan promosi Board of Investment (BOI) Thailand. Untuk menarik investasi dan perusahaan asing, pemerintah Thailand memberikan kepemilikan asing 100% dan insentif pajak lainnya kepada perusahaan yang mendaftar melalui BOI. Promosi BOI hanya tersedia bagi perusahaan yang menjalankan kegiatan usaha tertentu di sektor-sektor tertentu dengan izin kerja.
- Cara kedua adalah melalui Foreign Business License. Lisensi ini memungkinkan perusahaan menjalankan bidang usaha yang dinilai pemerintah Thailand tidak terlalu bersaing langsung dengan bisnis lokal. Perusahaan pemegang lisensi akan mendapat porsi kepemilikan asing yang lebih besar.
- Cara ketiga adalah melalui Treaty of Amity, yang hanya berlaku bagi warga negara AS. Thai-US Treaty of Amity dibuat oleh Kerajaan Thailand dan pemerintah AS untuk memberikan hak istimewa kepada pelaku usaha Amerika saat mendirikan perusahaan di Thailand, termasuk kepemilikan penuh atas perusahaan di Thailand.
Jenis badan usaha yang perlu dipertimbangkan saat membuka perusahaan di Thailand
- Tetra Consultants membantu para pemilik bisnis mendirikan perusahaan di Thailand. Sebelum melangkah, Anda perlu mempertimbangkan berbagai bentuk badan usaha yang tersedia. Ada 4 jenis badan usaha utama yang bisa Anda pilih.
Private Limited Company
- Private company adalah pilihan yang paling umum bagi warga asing yang membuka usaha di Thailand.
- Karena private limited company diakui sebagai badan hukum yang terpisah dari pemegang sahamnya, bentuk ini melindungi pemegang saham dari kewajiban yang timbul atas nama perusahaan. Pemegang saham dan direktur tidak ikut menanggung kewajiban perusahaan.
- Untuk mendirikan private limited company di Thailand, diperlukan minimal 3 pemegang saham dan 1 direktur. Direktur boleh berkewarganegaraan atau berdomisili di mana pun. Namun, pemegang saham asing hanya boleh memiliki hingga 49% saham perusahaan.
- Jika ingin dimiliki sepenuhnya oleh pihak asing, perusahaan harus mengajukan promosi BOI.
- Alternatif lainnya, jika minimal 51% saham perusahaan dipegang warga negara Amerika dan separuh direkturnya adalah warga negara Amerika, pemilik bisnis dapat mendirikan perusahaan berdasarkan Treaty of Amity. US-Thai Treaty of Amity ditandatangani oleh pemerintah Thailand dan AS untuk memberikan hak dan keistimewaan khusus kepada pelaku usaha Amerika yang mendirikan perusahaan di Thailand.
- Private limited company tidak boleh menawarkan saham kepada publik, dan ada pembatasan atas pengalihan sahamnya.
- Private limited company juga cenderung memiliki tingkat privasi yang lebih tinggi sesuai dengan kebijakan privasi yang berlaku.
Limited Partnership
- Partnership terdiri dari 2 atau lebih pemilik yang menjalankan bisnis bersama.
- Karena partnership bukan badan hukum yang terpisah, setiap partner dapat dimintai pertanggungjawaban atas seluruh utang dan kewajiban bisnis. Partnership juga bukan wajib pajak yang terpisah. Setiap partner membayar pajak sesuai porsi keuntungan yang diperolehnya dari partnership.
- Setiap partner dapat menyetorkan uang, properti, tenaga, atau keahlian, dan masing-masing berhak atas bagian keuntungan serta menanggung bagian kerugian partnership.
- Dalam limited partnership, satu atau lebih partner dapat memilih untuk tidak terlibat dalam pengelolaan bisnis sehari-hari. Meski begitu, tetap harus ada setidaknya satu general partner yang menjalankan operasional harian. General partner dapat bertanggung jawab secara pribadi atas utang perusahaan, sedangkan limited partner tidak.
- Demikian pula, limited partnership hanya mengizinkan kepemilikan asing hingga 49%. Jika partner asing menanamkan lebih dari 49% modal, ia harus mengajukan Foreign Business License untuk partnership tersebut.
Branch
- Perusahaan asing yang didirikan di luar Thailand dapat membuka kantor cabang (branch) di Thailand.
- Branch memungkinkan kepemilikan asing 100%.
- Karena kantor cabang tunduk pada Foreign Business Act, branch harus mengajukan lisensi untuk menjalankan kegiatan usaha di dalam negeri.
- Branch di Thailand tidak diakui sebagai badan hukum yang terpisah dari kantor pusat. Tidak ada pajak yang dipotong atas transfer laba dari branch ke kantor pusat.
Regional Office
- Perusahaan asing yang didirikan di luar Thailand dapat membuka regional office di Thailand.
- Berbeda dengan branch, regional office tidak diperbolehkan melakukan kegiatan perdagangan atau kegiatan apa pun yang menghasilkan pendapatan.
- Fungsi utama regional office adalah memberikan layanan pendukung seperti konsultasi, pelatihan, manajemen keuangan, serta penelitian dan pengembangan.
Representative Office
- Perusahaan asing yang didirikan di luar Thailand dapat membuka representative office di Thailand.
- Sama seperti regional office, representative office tidak diperbolehkan menjalankan kegiatan usaha yang menghasilkan pendapatan.
- Perbedaan representative office dengan regional office terletak pada jenis kegiatannya. Representative office hanya dibatasi pada 5 jenis kegiatan, dan seluruh layanannya harus ditujukan untuk kantor pusat, anak perusahaan, atau afiliasinya.
Bagaimana cara mendirikan perusahaan di Thailand?
Langkah 1: Memilih struktur bisnis yang paling optimal untuk mendirikan perusahaan di Thailand
- Sebelum perusahaan dibentuk, Anda perlu memilih jenis perusahaan yang tepat.
- Berdasarkan struktur bisnis dan tujuan jangka panjang Anda, Tetra Consultants akan menyarankan badan usaha yang paling sesuai, besaran paid-up share capital, struktur korporasi, serta lisensi terkait jika diperlukan.
- Pada umumnya, jenis perusahaan yang paling umum di Thailand adalah private limited company, yang juga dikenal sebagai company limited by shares.
Langkah 2: Pemesanan nama perusahaan
- Sebelum mulai mendirikan perusahaan di Thailand, Tetra Consultants akan mencari dan memesan nama perusahaan Anda melalui Department of Business Development, Ministry of Commerce. Tim kami akan memesan nama perusahaan Anda hingga 30 hari. Setiap pengajuan dapat memuat hingga 3 nama.
- Nama yang dipilih tidak boleh mirip dengan badan usaha yang sudah ada. Ada pula aturan penamaan untuk struktur bisnis tertentu, misalnya nama private limited company harus diakhiri dengan kata “limited”. Beberapa kata juga dilarang dipakai dalam nama perusahaan, seperti “investment”.
- Selain itu, sebaiknya nama yang Anda pilih tidak terlalu panjang atau rumit diucapkan oleh penutur bahasa Thai, karena apa pun bahasa namanya, nama tersebut akan didaftarkan secara resmi dalam bahasa Thai.
Langkah 3: Menyiapkan dokumen yang diperlukan untuk mendirikan perusahaan di Thailand
- Setiap perusahaan di Thailand wajib memiliki Memorandum of Association dan Articles of Association untuk dapat didirikan.
- Tetra Consultants akan membantu menyusun Memorandum of Association, yang memuat nama dan tujuan usaha perusahaan, alamat terdaftar dan provinsi, jumlah modal terdaftar, pernyataan tanggung jawab terbatas, proporsi saham yang dipegang setiap pemegang saham, serta data pribadi pemohon.
- Biaya pendaftaran Memorandum of Association harus dibayar, besarnya mengikuti jumlah modal terdaftar. Biasanya berkisar antara THB 500 hingga THB 25.000.
- Tetra Consultants juga akan menyusun Articles of Association sesuai rencana bisnis Anda.
Langkah 4: Penyelenggaraan Statutory Meeting setelah persetujuan pendirian perusahaan di Thailand diperoleh
- Statutory meeting harus diselenggarakan setelah dokumen pendirian perusahaan disetujui.
- Rapat ini bertujuan untuk menerapkan ketentuan articles of association, memilih direktur dan auditor, menetapkan jumlah yang dibayarkan kepada promotor, jumlah saham biasa atau saham preferen yang akan dibayar atau diterbitkan, serta mengesahkan kontrak-kontrak.
- Resolusi statutory meeting harus disetujui oleh lebih dari separuh peserta yang memberikan suara agar sah dan dianggap berlaku.
- Setelah rapat, pemohon, yang juga disebut promotor, akan menyerahkan pengelolaan bisnis kepada para direktur. Pemohon dan para subscriber kemudian wajib menyetor 25% atau lebih dari modal dasar sesuai arahan direktur.
Langkah 5: Melanjutkan pendaftaran perusahaan di Thailand
- Tetra Consultants akan mendaftarkan perusahaan ke Ministry of Commerce setelah statutory meeting diselenggarakan. Pendaftaran harus dilakukan dalam waktu 3 bulan sejak statutory meeting.
- Permohonan harus memuat informasi perusahaan, seperti data pribadi para direktur beserta kewenangan masing-masing, alamat perusahaan, rincian saham yang dialokasikan kepada setiap orang beserta pembayarannya, dan jangka waktu pendaftaran perusahaan.
- Direktur juga akan menandatangani pernyataan yang menegaskan bahwa paid-up share capital setiap pemegang saham telah dibayar. Direktur akan menandatangani semua tanda terima, yang harus mencantumkan nama pemegang saham dan modal sahamnya.
- Biaya pendaftaran juga harus dibayar, besarnya bergantung pada jumlah modal terdaftar.
- Setelah pendaftaran, perusahaan juga wajib mendaftarkan setiap karyawan ke sistem jaminan sosial dalam waktu satu bulan sejak karyawan pertama dipekerjakan. Tetra Consultants akan membantu Anda dalam proses ini. Saat ini, iuran jaminan sosial dari pemberi kerja yang harus dibayarkan untuk karyawan adalah 5% dari upah karyawan. Iuran ini harus disetorkan ke Social Security Office paling lambat tanggal 15 pada bulan berikutnya.
Langkah 6: Pendaftaran pajak
- Dalam waktu 60 hari sejak perusahaan Anda berhasil didirikan, Tetra Consultants akan mengajukan Tax Identification Number korporat ke Revenue Department.
- Tetra Consultants juga akan mendaftarkan perusahaan Anda untuk Value Added Tax (VAT) jika perkiraan omzet tahunan Anda melebihi THB 1,8 juta.
Langkah 7: Pembukaan rekening bank
- Selanjutnya, Tetra Consultants akan membuka rekening korporat di bank yang bereputasi baik.
- Dokumen yang diserahkan harus disahkan oleh kedutaan Thailand setempat. Dokumen yang umumnya diperlukan untuk membuka rekening bank bisnis di Thailand meliputi Certificate of Incorporation, Articles of Association, Memorandum of Association, daftar direktur dan pemegang saham, serta paspor direktur dan pihak berwenang yang telah dinotariskan.
- Karena rekening bank bisnis Thailand tidak dapat dibuka dari luar negeri, Tetra Consultants akan mengirimkan perwakilan yang diberi kuasa melalui Power of Attorney untuk membuka rekening bank bisnis atas nama perusahaan Anda.
Dokumen yang diperlukan untuk mendirikan perusahaan di Thailand
- Memorandum of Association (MOA)
- Articles of Association (AOA)
- Risalah statutory meeting
- Aplikasi pendaftaran perusahaan yang memuat informasi penting tentang struktur bisnis dan pemegang saham.
- Salinan KTP atau paspor seluruh pemegang saham dan direktur
- Bukti alamat
- Surat keterangan rekening bank (jika berlaku)
- Formulir pernyataan kegiatan usaha
- Bukti pembayaran biaya pendaftaran
- Daftar pemegang saham yang disahkan oleh Commercial Registration Department
- Sertifikat Commercial Registration Department (jika berlaku)
- Izin pabrik (jika diperlukan)
- Sertifikat VAT (Phor Phor 20)
- Withholding Tax (Phor Ngor Dor 1, jika memperpanjang izin kerja)
Kewajiban setelah pendaftaran perusahaan di Thailand
- Mengurus Tax ID Card dari Revenue Department.
- Mendaftar Value Added Tax (VAT) jika omzet tahunan melebihi 1,2 juta THB.
- Mendaftar ke Social Security Office (SSO) untuk manfaat karyawan.
- Menyampaikan Laporan Keuangan Tahunan ke Revenue Department.
- Menyelenggarakan Annual General Meeting (AGM) dalam waktu empat bulan setelah akhir tahun fiskal.
- Memenuhi kewajiban pendaftaran dan pelaporan Pajak Penghasilan Badan.
- Menyelenggarakan catatan akuntansi yang tertib sesuai peraturan Thailand.
- Mengajukan Izin Kerja dan Visa bagi karyawan asing, jika berlaku.
- Melaporkan setiap perubahan struktur perusahaan atau susunan direktur kepada Department of Business Development (DBD).
Kewajiban akuntansi dan pajak setelah Anda mendirikan perusahaan di Thailand
- Perpajakan diatur oleh Revenue Department Thailand. Tarif dan insentif pajak yang berlaku bagi perusahaan Anda bergantung pada struktur bisnis yang dipilih. Thailand memiliki perjanjian pajak dengan 61 negara untuk menghindari pajak berganda.
- Perusahaan yang terdaftar berdasarkan hukum Thailand menikmati berbagai skema insentif pajak:
- Tax holiday penghasilan selama 3 hingga 8 tahun bagi bisnis dengan Investment Promotion Privileges.
- Pengurangan atau pembebasan bea impor bagi bisnis dengan Investment Promotion Privileges atau industri yang berdiri di Free Trade Zone.
- Pengurangan 200% atas biaya mempekerjakan peneliti berkualifikasi yang menjalankan proyek penelitian dan pengembangan.
- Pengurangan 150% atas biaya pelatihan karyawan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
- Perusahaan skala menengah atau kecil dapat memilih untuk mengurangkan initial allowance pada tanggal perolehan aset, yaitu untuk komputer (40%), mesin (40%), dan pabrik (25%).
Kewajiban pelaporan tahunan
- Semua perusahaan Thailand maupun asing yang berbisnis di yurisdiksi ini wajib menyampaikan SPT dan pembayaran pajak dua kali setahun.
- SPT semesteran harus disampaikan paling lambat 2 bulan setelah akhir periode setengah tahun pertama, menggunakan formulir CIT 51. Pajak yang harus dibayar sebesar 50% dari proyeksi laba bersih bisnis untuk satu tahun penuh.
- SPT tahunan harus disampaikan paling lambat 150 hari setelah tanggal berakhirnya periode fiskal, menggunakan formulir CIT 50.
Tarif pajak
- Tarif pajak penghasilan badan lokal biasanya 20% dari laba bersih. Namun, beberapa jenis usaha, seperti usaha kecil dengan paid-up capital di bawah 5 juta baht atau perusahaan yang terdaftar di bursa saham Thailand, dapat menikmati tarif yang lebih rendah.
- Perusahaan yang menjual barang dan jasa juga dikenakan Value-Added Tax (VAT), yang saat ini sebesar 7%. Tetra Consultants akan membantu perusahaan Anda mendaftar VAT.
- Perusahaan asing yang tidak menjalankan bisnis di Thailand dikenakan withholding tax atas kategori penghasilan tertentu yang bersumber dari dalam negeri. Tarifnya sebagai berikut:
- Remitansi laba: 10%
- Dividen: 10%
- Penghasilan lainnya seperti bunga, royalti, capital gain, sewa, dan biaya jasa profesional: 15%
- Tetra Consultants akan membantu Anda mendaftar untuk kewajiban-kewajiban pajak tersebut.
Foreign Business License (FBL)
- FBL adalah lisensi yang diberikan kepada perusahaan yang ingin menjalankan kegiatan usaha yang dibatasi bagi warga negara asing.
- Perusahaan dengan mayoritas pemegang saham asing juga wajib mengajukan lisensi ini.
- Berdasarkan Foreign Business Act, perusahaan yang mengajukan FBL tidak dapat menjalankan kegiatan berikut kecuali memperoleh persetujuan khusus:
- Daftar 1: Kegiatan usaha yang tidak diizinkan bagi warga asing.
- Daftar 2: Kegiatan usaha yang berkaitan dengan keselamatan atau keamanan nasional, seni, budaya, tradisi, adat istiadat dan cerita rakyat, kerajinan tangan dan sumber daya alam, serta lingkungan hidup.
- Daftar 3: Kegiatan usaha yang pelaku usaha Thailand belum siap bersaing dengan pihak asing.
- Contoh kegiatan usaha yang sama sekali tidak diperbolehkan bagi warga asing dalam Daftar 1 antara lain usaha di bidang media, surat kabar, pertanian padi, peternakan, kehutanan dan pengolahan kayu, ekstraksi herbal Thailand, perikanan di perairan Thailand, dan penjualan benda bernilai sejarah.
- Kegiatan dalam Daftar 1 sama sekali dilarang bagi perusahaan asing pemegang FBL, sedangkan kegiatan dalam Daftar 2 dan Daftar 3 diperbolehkan bagi perusahaan asing dengan syarat dan ketentuan tertentu.
- Perusahaan yang ingin menjalankan kegiatan terbatas dalam Daftar 2 dan Daftar 3 harus mengajukan FBL.
- Modal minimum bagi bisnis pemegang FBL adalah THB 2 juta. Untuk bisnis yang menjalankan kegiatan terbatas dalam Daftar 2 dan Daftar 3, modal minimumnya adalah THB 3 juta.
Tantangan umum saat mendirikan perusahaan di Thailand
Menghadapi proses pengajuan yang rumit
- Proses pendaftaran memiliki cukup banyak tahapan, mulai dari pemesanan nama perusahaan, pengurusan berbagai lisensi, hingga pembukaan rekening bank. Masing-masing memerlukan dokumen khusus dan bisa menyita banyak waktu bagi pihak yang belum mengenal prosedur di Thailand. Dengan menggunakan jasa Tetra Consultants, kami dapat mendampingi klien melewati proses pengajuan yang rumit ini dengan mudah.
Memahami hukum dan peraturan Thailand
- Hukum Thailand tergolong kompleks, dengan banyak peraturan yang mengatur kegiatan usaha. Dalam banyak kasus, investor asing membutuhkan pendampingan hukum untuk memahami peraturan tersebut. Akibatnya, pemenuhan kepatuhan menjadi tertunda.
Kendala bahasa
- Bahasa resminya adalah bahasa Thai, dan sebagian besar dokumen resmi ditulis dalam bahasa Thai. Hal ini cukup menyulitkan bagi mereka yang tidak berbahasa Thai. Sulit untuk mengetahui persyaratan yang berlaku dan berkomunikasi dengan petugas pemerintah. Kendala ini dapat diatasi dengan mudah bersama Tetra Consultants.
Pengelolaan keuangan dan perpajakan
- Mengelola keuangan di pasar baru bukan pekerjaan ringan, apalagi di negara seperti Thailand yang menerapkan tarif tinggi untuk bisnis asing. Investor juga menghadapi fluktuasi mata uang serta aturan perbankan yang berbeda dari yang mereka kenal di negara asal.
Persaingan dan hambatan masuk pasar
- Persaingan di pasar Thailand menuntut strategi bisnis yang efektif agar perusahaan dapat membedakan diri. Pendatang baru bisa menghadapi kesulitan dari pemain lokal yang sudah mapan serta kondisi pasar yang terus berubah.
Merekrut karyawan yang berkualitas
- Merekrut karyawan terampil tidaklah mudah karena adanya kendala bahasa dan perbedaan ekspektasi terhadap budaya kerja. Selain itu, perusahaan juga harus mematuhi hukum ketenagakerjaan setempat dalam merekrut staf asing. Tim HR kami dapat membantu Anda menempatkan karyawan yang berkualitas untuk bisnis Anda.
Mengapa mendirikan perusahaan di Thailand?
Sebelum memutuskan untuk membuka perusahaan di Thailand, penting untuk memahami lanskap bisnis di yurisdiksi ini. Dengan begitu, entitas baru Anda dapat menjalankan usaha dengan aman dan sesuai hukum sambil mengejar tujuan bisnis jangka panjang.
Politik
- Thailand tergabung dalam banyak organisasi internasional, di antaranya yang paling menonjol adalah Association of Southeast Asian Nations (ASEAN), World Trade Organization (WTO), dan International Monetary Fund (IMF). Thailand tetap aktif sebagai anggota, terutama dalam organisasi di kawasan, dan juga memiliki banyak perjanjian perdagangan bebas dan kemitraan bilateral yang kompetitif dengan ekonomi Asia-Pasifik lainnya seperti Selandia Baru.
- Meskipun menempati peringkat 104/180 dalam Corruption Perceptions Index, Thailand aktif berupaya menangani masalah korupsi melalui edukasi dan AI, yang juga bisa menjadi peluang bisnis.
- Thailand juga menempati peringkat ke-3 untuk Protecting Minority Investors, yang melindungi dari penyalahgunaan aset perusahaan oleh direktur untuk kepentingan pribadi serta menjamin hak pemegang saham.
Ekonomi
- Thailand adalah ekonomi terbesar kedua di antara negara-negara ASEAN. Menurut World Bank, Thailand telah menjadi pasar berkembang berpendapatan menengah-atas sejak 2011, sebagai pengakuan atas capaian ekonominya, posisi fiskal yang kuat, serta utang publik dan inflasi yang rendah.
- Pada 2019, Thailand juga memiliki Global Competitiveness Report Index sebesar 62,4, dengan peringkat 40/141.
- Lingkungan bisnisnya ramah dan Thailand berhasil menarik penanaman modal asing langsung, baik untuk produksi bernilai tambah lebih tinggi maupun untuk ekspansi ke pasar ekspor baru yang sedang berkembang.
Sosial
- Menurut UNESCO, tingkat melek huruf di Thailand mencapai 93%, yang menunjukkan tenaga kerja yang terdidik.
- Meski menghadapi masalah korupsi, Thailand telah mengambil langkah untuk mengatasinya melalui AI, kampanye edukasi di sekolah, serta sarana budaya seperti lagu, video, dan permainan.
- Thailand juga memiliki salah satu tingkat pengangguran terendah di dunia, yang diperkirakan sebesar 0,8% pada 2020.
Teknologi
- Thailand terbukti cepat beradaptasi. Negara ini adalah yang pertama di Asia Tenggara yang mengadopsi bioteknologi pertanian, dan terus berupaya berkembang.
- Thailand tidak ragu mengadopsi teknologi baru, baik di sektor pertanian maupun di luar itu. Di Asia, Thailand termasuk negara terdepan dalam penguasaan teknologi. Kepastian pangan semakin penting, dan negara ini terus berkembang seiring perubahan kebutuhan pangan dunia.
- Semakin banyak orang beralih ke profesi di bidang keamanan siber karena teknologi di negara ini berkembang pesat dan dibutuhkan lebih banyak tenaga untuk mengamankan jaringan, melindungi data, dan merespons serangan siber dengan cepat.
Lingkungan
- Karena pariwisata adalah industri terbesar di Thailand, perkembangan ekonomi berlangsung pesat selama beberapa dekade, dengan dampak pada sumber daya alam.
- Negara ini menghadapi hilangnya keanekaragaman hayati, polusi udara dan air, serta deforestasi. Tantangan lingkungan utama ini meningkatkan kebutuhan akan praktik berkelanjutan, sekaligus membuka peluang bagi bisnis baru yang lebih ramah lingkungan.
- Banyak proyek di Thailand mengarahkan industri ke teknologi pertanian (seperti smart farming dengan GPS) dan teknologi pangan. Mengingat posisi Thailand sebagai salah satu eksportir pangan neto terbesar, selalu ada ruang untuk bereksperimen dengan teknologi baru, yang juga didorong pemerintah melalui kebijakan dan proyek baru.
Biaya mendirikan perusahaan di Thailand
- Membuka perusahaan di Thailand melibatkan sejumlah biaya, yang bergantung pada bentuk badan usaha dan persyaratan hukum tertentu dalam pendaftaran perusahaan di Thailand. Pada umumnya, biaya utamanya adalah biaya pendaftaran, yang biasanya dihitung berdasarkan modal terdaftar perusahaan. Modal saham minimum LLC Thailand biasanya THB 2.000.000, yang harus disetorkan ke rekening bank korporat.
- Selain modal saham, ada biaya lain seperti bea meterai, biaya penerbitan sertifikat pendaftaran usaha, dan biaya perubahan data perusahaan selama atau setelah proses pendaftaran. Semua biaya ini diperlukan agar tidak melanggar kerangka hukum dan peraturan yang berlaku di Thailand.
- Untuk gambaran menyeluruh mengenai biaya membuka perusahaan di Thailand, konsultasikan dengan Tetra Consultants. Kami menjamin transparansi dalam estimasi biaya dan kelancaran seluruh proses pendaftaran perusahaan di Thailand. Dengan konsultan berpengalaman, pemilik bisnis dapat memastikan kepatuhan penuh terhadap peraturan setempat serta terhindar dari keterlambatan atau biaya tak terduga.
Free Zone di Thailand
- Pemerintah Thailand terus berupaya membuka lebih banyak inisiatif bagi investor asing yang ingin berdagang, berinvestasi, dan mendaftarkan bisnis di negara ini. Untuk lebih mendorong perdagangan lintas batas dan mengatasi kesenjangan pembangunan, Thailand telah berinvestasi pada kawasan industri serta pengusaha kecil, menengah, dan besar di sektor logistik, produk olahan pertanian, dan manufaktur padat karya. Thailand juga memiliki beberapa Special Economic Zone di perbatasan dengan negara tetangga.
Provinsi Sa Kaeo
- Terletak dekat pelabuhan laut dan Bangkok, Provinsi Sa Kaeo adalah lokasi yang tepat untuk perdagangan grosir dan eceran internasional.
- Provinsi ini juga berdekatan dengan Aranyaprathet International Border Checkpoint, salah satu pos dengan nilai perdagangan lintas batas tertinggi antara Thailand dan Kamboja.
- Komoditas utamanya meliputi mesin panen padi, mobil, sepeda motor, dan minuman non-karbonasi.
Provinsi Trat
- Dikenal sebagai destinasi wisata, Provinsi Trat adalah Free Zone yang ideal bagi perusahaan di industri pariwisata dan jasa.
- Free Zone ini juga terhubung dengan zona pengembangan ekonomi khusus Koh Kong di Kamboja.
- Ekspor utama provinsi ini mencakup minuman, susu dan suplemen makanan, gula pasir, peralatan plastik, dan sepeda motor.
Provinsi Chiang Rai
- Terhubung dengan Provinsi Yunnan di Tiongkok bagian selatan melalui darat dan air, provinsi ini menjadi jalur dagang utama untuk barang yang diperdagangkan antara Tiongkok dan Thailand.
- Chiang Rai adalah destinasi wisata populer, dan industri di wilayah ini mencakup pengolahan agro dan makanan, furnitur, serta produk kayu.
- Ekspor utama provinsi ini adalah produk konsumen, minyak bahan bakar, hasil pertanian, ternak, dan manggis.
Provinsi Mukdahan
- Provinsi ini merupakan jalur penting untuk mengangkut barang seperti minuman, buah-buahan, dan komponen elektronik ke Vietnam dan Tiongkok bagian selatan.
- Provinsi ini telah menarik investasi asing, seperti pabrik komponen kamera (Nikon) dan pabrik kursi dan perlengkapan pesawat (Aeroworks).
- Ekspor utama provinsi ini adalah unit prosesor dan memori, sirkuit cetak, serta komponen elektronik lainnya.
Provinsi Nakhon Phanom
- Provinsi ini merupakan jalur komersial menuju Vietnam dan Tiongkok Selatan (Guangxi) dengan nilai tertinggi di negara ini, dan berpotensi mengangkut produk ke negara-negara timur yang jauh seperti Jepang, Korea, Hong Kong, dan Taiwan.
- Ada rencana mengembangkan dan membangun jalur kereta api di Nakhon Phanom agar terhubung dengan jalur kereta utama Thailand. Hal ini membuka peluang untuk memperluas kegiatan logistik di dalam dan luar negeri.
- Provinsi ini terutama menghasilkan produk pertanian seperti padi, tebu, dan singkong.
Provinsi Nong Khai
- Provinsi ini adalah jalur perdagangan lintas batas antara Thailand dan Laos.
- Nong Khai memiliki jaringan transportasi terpadu yang terdiri dari fasilitas dan kendaraan transportasi darat, kereta api, dan udara.
- Kota ini juga populer sebagai tempat tinggal, sehingga dapat dikembangkan menjadi kawasan hunian bagi investor lokal maupun asing.
- Ekspor utama provinsi ini adalah minyak bumi, sepeda motor, dan kendaraan lainnya.
Provinsi Narathiwat
- Provinsi ini terhubung ke Malaysia melalui Asian Highway No. 18, yang juga tersambung ke Singapura.
- Dikenal sebagai pelabuhan komersial untuk pengangkutan hasil perikanan, produk kayu, barang konsumen, dan berbagai produk lainnya, ekspor utama provinsi ini adalah kapal dan produk konsumen lainnya.
Provinsi Songkhla
- Provinsi Songkhla berada di Indonesia-Malaysia-Thailand Growth Triangle (IMT-GT) dan berperan penting dalam perluasan kegiatan ekonomi ke negara-negara tetangga.
- Selain itu, provinsi ini memiliki Special Economic Development Zone bersama yang menjadi lokasi bisnis menarik bagi investor di industri jasa dan manufaktur. Zona ini juga terhubung dengan North-South Expressway di Malaysia, yang membuka peluang perdagangan dan investasi lebih luas.
Provinsi Kanchanaburi
- Provinsi ini terhubung dengan zona pengembangan ekonomi khusus Myanmar dan pesisir timur Thailand.
- Kantor bea cukai dan pusat pemerintahan dibangun di kawasan Baan Nampu Ron untuk mendukung kegiatan perdagangan, investasi, pariwisata, dan logistik.
- Komoditas utama provinsi ini adalah produk makanan.
Provinsi Tak
- Bagian barat Provinsi Tak terhubung ke Yangon, pusat ekonomi Myanmar yang bertetangga.
- Kawasan perbatasan Myanmar ini memiliki tenaga kerja yang melimpah untuk mendukung pengembangan wilayah.
Ingin mendirikan perusahaan di Thailand?
- Tetra Consultants adalah solusi satu pintu untuk semua pertanyaan Anda tentang cara mendirikan perusahaan di Thailand. Layanan kami meliputi pembentukan perusahaan, registered agent, alamat terdaftar, dan pembukaan rekening bank bisnis.
- Hubungi kami untuk mengetahui lebih lanjut tentang cara mendaftarkan bisnis di Thailand. Tim kami yang berdedikasi dan berpengalaman akan menjawab dalam 24 jam ke depan dan menjawab semua pertanyaan Anda.